Rabu, 21 Maret 2018


Di Indonesia, Pesantren dicatat oleh sejarah sebagai lembaga pendidikan tertua. Sarana fisiknya sangat sederhana, tapi multiguna. Pesantren lahir dari Thariqah-Thariqah yang dibawa oleh para tokoh sufi jawa yang sering dan lebih mudah disebut Wali Songo. Mereka mengajarkan Agama Islam kepada penduduk setempat di Surau, Langgar, atau Masjid yang didirikannya. Ampel Denta merupakan salah satu bukti sejarah keberadaan pesantren pada masa Wali Songo. Bahkan Ampel kemudian menjadi pusat penggodokan kader-kader ulama’ besar dan juga menjadi pusat pengembangan Da’wah Islamiyah di bumi Nusantara yang kita cintai, terutama bagian timur.
Jika dilihat dari sisi sejarah bahwa, Pesantren juga menjadi pusat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Islam, maka Pesantren lebih cocok disebut sebagai replika dari berbagai Madrasah Islam. Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Islam dewasa in, bisa dibilang menggembirakan. Hal ini dapat dicermati dengan adanya rekontruksi bangunan kurikulum yang telah ada menjadi konsep keilmuan yang utuh dan integralistik. Lembaga Pendidikan Pesantren telah menyiapkan segala perangkatnya untuk mencetak kader-kader bangsa yang tidak hanya memiliki kecerdasan intlektual tinggi, tapi juga memiliki kecerdasan emosional dan memiliki kecerdasan spiritual serta potensi lainnya.
Dengan kata lain, dunia Pendidikan Pesantren saat ini sudah banyak yang mendesain sedemikian rupa, sehingga kualitas out put yang dihasilkan benar-benar siap menjalani roda kehidupan (out come) sesuai dengan tuntutan zaman. Mega proyek pendidikan yang digarap saat ini adalah memadukan sistem Pendidikan Konvensional yang telah berjalan dengan sistem salaf yang ada dalam tradisi pesantren. Perpaduan berbagai sistem itulah kemudian memunculkan istilah “Me-ngintelektualkan Kaum Salaf Dan Mensalafkan Kaum Intelektual.” Atas motivasi inilah dan dengan maksud sebagai sarana tafaqquh fiddin sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kapabilitas generasi Islam, serta mempertahankan nilai-nilai salaf dan khazanah-khazanah keilmuan Islam, maka Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, mendirikan Ma’had Jami’ah Al Fithrah sebagai program Komplementer pendidikan tertinggi sebagai penunjang sisi keilmuan dan keagamaan berbasis kepesantrenan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fithrah Surabaya yang telah berdiri sejak 2008.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Kedinding Lor 99, Surabaya, Indonesia

Recent Posts

Popular Posts

Blog Archive